Memilih “Flash Disk” yang Efektif

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum memilih flash disk yang efektif. Data-data yang tersimpan dalam flash disk tentunya berisi data-data penting. Oleh sebab itu, faktor keamanan menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih flash disk. Sebaiknya anda memilih flash disk yang memiliki chip pengontrol dalam setiap unitnya. Chip pengontrol akan memungkinkan anda untuk menginstal flash disk dengan berbagai macam software portable seperti, Security Software dan File Syncronization.

Memindahkan data ke dalam flash disk tentu sering anda lakukan. Sebab, hal ini adalah salah satu tujuan diciptakannya flash disk. Mengingat kapasitas flash disk sudah relatif besar, kecepatan transfer tentunya menjadi sangat penting. Salah satu versi flash disk yang dapat anda pilih adalah High Speed USB 2.0 Flash Disk.

Masa pemakaian rata-rata flash disk adalah sekitar 2-3 tahun. Oleh sebab itu, pastikan flash disk yang anda pilih memiliki masa garansi. Garansi flash disk bisa anda dapatkan jika membeli di tempat-tempat yang tepat dan terpercaya.

Faktor desain juga perlu anda perhatikan sebelum membeli flash disk. Kini, ada berbagai macam merek flash disk yang menawarkan desain-desain menarik, perhatikan juga kelengkapan aksesoris yang ditawarkan seperti tersedianya tali gantungan, penutup flash disk, dan kabel data.

Kini tersedia juga berbagai macam flash disk berdasarkan kapasitasnya. Anda perlu mempertimbangkan berapakah kapasitasnya yang diperlukan sesuai kebutuhan. Semakin besar kebutuhan data anda, maka semakin besar kepasitas flash disk yang anda perlukan. Hal ini untuk mengantisipasi, agar anda tidak membeli flash disk berulang-ulang karena kapasitasnya yang kurang.

Untuk mengantisipasi data dalam flash disk hilang, anda dapat menggunakan dua buah flash disk. Satu flash disk untuk data utama, sementara flash disk yang lainnya untuk data cadangan. Jadi jika anda kehilangan data dalam flash disk, anda dapat menggunakan data dari flash disk cadangan.

Leave a comment »

PERNIKAHAN DINI DINILAI KEJAHATAN

Pernikahan anak usia dini dengan orang dewasa atau sesama usia dini merupakan kejahatan kemanusiaan. Dilihat dari sisi manapun tidak ada positifnya. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Rudy Irwin, menyatakan secara medis perempuan yang menikah dibawah usia 20 tahun sangat rentan terkena kanker leher rahim (serviks). Selain itu kanker serviks bisa terjadi pada perempuan yang melahirkan dibawah usia 20 tahun dan berganti-ganti pasangan seksual. Perempuan yang menikah dibawah usia 20 tahun, 58,5% lebih rentan terkena kanker reviks.

Setiap tahun sekitar 500 ribu perempuan didiagnosis menderita kanker serviks dan lebih dari 250 ribu diantaranya meninggal dunia. Saat ini ada 22,2 juta perempuan yang mengidap penyakit serviks.

Terjadinya pernikahan dini karena beberapa faktor, seperti kemiskinan dan keinginan menaikan status ekonomi. Tapi yang paling kentara karena faktor budaya.

Pemahaman banyak orangtua akan konsep anak juga belum jelas. Mereka sering kali menganggap anak adalah investasi, sehingga keberadaanya harus berguna bagi keluarganya. Ada juga mitos yang menyebutkan menikahi anak-anak dapat membuat lelaki jadi perkasa dan awet muda. Budaya itu harus diubah. Disitulah peran pemuka agama dan pemuka masyarakat jadi penting.

Leave a comment »

Indonesia Menuju Sistem Penyiaran Digital

Indonesia Menuju Sistem Penyiaran Digital <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Indonesia Menuju Sistem Penyiaran Digital

Sistem penyiaran Indonesia akan segera melakukan migrasi dari sistem analog menuju sistem digital. Saat ini, sistem itu bahkan sudah dalam tahapan uji coba yang dilakukan di seputar Jakarta, Bogor, Denpasar, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Tingginya frekuensi bencana alam dekade terakhir ini, kehadiran media penyiaran sangat penting. Karena media penyiaran lebih cepat dapat meyampaikan situasi, sehingga pemerintah segera dapat memberikan bantuan kepada korban bencana itu.

Sidang ABU selama dua hari hingga 25 November yang diikuti 550 delegasi dari 48 negara di kawasan Asia Pasifik, memiliki tiga sasaran penting. Ketiga sasaran itu adalah sebagai diploma budaya dan kerjasama di bidang tekhnik, khususnya migrasi dari sistem analog ke sistem digital.

Diploma budaya tersebut, katanya dapat dilakukan melalui pesan-pesan siaran kepada anggota ABU lainnya baik berupa informasi maupun pesan kultur yang lebih luas, termasuk pertukaran isi siaran antarmedia penyiaran radio maupun televisi. Menurut Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Muhammad Nuh, inti dari diplomasi budaya merupakan salah satu sasaran ABU dalam keterlibatannya menciptakan perdamaian dunia.

Sumber : Koran Suluh Indonesia

Leave a comment »

Tangerang Kembangkan Perpustakaan Internet

Tangerang Kembangkan Perpustakaan Internet <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Tangerang Kembangkan Perpustakaan Internet

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada 2009 akan melaksanakan program perpustakaan online yang melayani peminjaman buku melalui jaringan internet sebagai upaya lebih mengoptimalkan fungsi perpustakaan daerah. Dan Pemerintah Kabupaten Tangerang mencoba menerapkan tekhnologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan daerah.

Program perpustakaan online tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat yang membutuhkan literatur atau buku referensi. Melalui perpustakaan online tersebut masyarakat akan lebih mudah atau mencari buku atau referensi yang dibutuhkan karena jaringan perpustakaan online tersebut akan menambah koleksi buku.

Saat ini Perpusda Kabupaten Tangerang di Balaraja, serta kantor unit pelayanan di Kresek, Mauk, Teluknaga, Curug, Tigaraksa baru memiliki koleksi buku sebanyak 52.000 eksemplar. Apabila sistem online sudah diterapkan, masyarakat yang ingin meminjam buku tidak perlu berkunjung ke perpusda karena mereka dapat mengakses perpusda melalui internet, asalkan sudah terdaftar sebagai anggota.

Melalui sistem online tersebut, Perpusda Kabupaten akan menyediakan bebagai informasi seperti mengenai perpustakaan, buku terbitan baru, dan publikasi karya ilmiah dengan seizin pengarang maupun pemilik hak ciptanya. Sesuai Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Perpustakaan maka sejak 2008, Kantor Perpustakaan mulai didirikan secara otonom dengan anggaran sendiri. Sebelumnya perpustakaan berada di bawah kendali Dinas Pendidikan, dan dibentuk sebagai Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD).

Sumber : Koran Ekobis

Leave a comment »

Bintang Baru

Bintang Baru <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Bintang Baru

Awal November 1572, sebuah “bintang baru” muncul dari konstelasi Cassiopeia di saat terang. Bintang itu secerah Venus dan bisa dilihat dari bumi pada siang hari yang terik sekalipun selama dua pekan. Setelah 16 bulan, bintang itu menghilang.

Salah satu insan di dunia yang takjub menengadah keatas saat itu adalah astronom Denmark, Tycho Brahe. Ia merekam posisi bintang itu yang tergolong tepat di masa tanpa teleskop dalam buku Stella Nova.

Brahe melukiskan bintang baru itu terletak jauh di belakang bulan. Tidak seperti bulan dan planet-planet lainnya, cahaya yang tampak dari bumi itu tidak berpindah-pindah secara relatif terhadap bintang-bintang.

Dunia saat itu geger. Selama 2000 tahun sebelumnya, Aristoteles merumuskan bahwa surga dan bintang-bintang itu sudah tetap dan tidak berubah di langit. Buku Brahe itu justru memberi landasan untuk pemikiran-pemikiran Kepler, Galileo, Newton dan ilmuwan yang lahir kemudian.

Setelah 400 tahun, cahaya yang pernah diliahat Brahe itu rupanya terulang. Dunia kini tentu tidak terkejut. Cahaya itu sudah diamini datang dari sebuah supernova, sebuah ledakan bintang yang dahsyat. Perumusan saat ini justru berkutat pada pertanyaan: supernova jenis apakah itu?

Tapi, yang jelas, pemahaman dunia saat ini sudah membimbing pada konfirmasi bahwa peristiwa yang telah ditangkap oleh astronom di Max Planck Institute itu melibatkan ledakan termonuklir dan sebuah bintang kerdil putih dan kembarannya.

Riset yang menganalisis sebuah “gaung cahaya” dari sebuah masa yang sangat lampau itu dipresentasikan dalam jurnal Nature. Adalah para peneliti dari Jerman, Jepang, dan Belanda yang melakukannya. Mereka menggunakan jaringan teleskop milik institute itu di Hawaii dan Spanyol untuk menangkap cahaya yang sangat lemah yang di gunakan oleh debu antarbintang dari sumber ledakan tersebut.

Sumber : Koran Tempo

Leave a comment »

Kodok di Sekitar Kita

ILMU & TEKHNOLOGI <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

ILMU & TEKHNOLOGI

Kodok di Sekitar

Kita

amfibianspngSadarkah anda bahwa jumlah populasi kodok dunia tengah merosot tajam. Bisa jadi, kodok-kodok yang biasanya berkoar-koar pada malam hari di sekitar kita akan ikut menghilang. Mereka hanya sebagian kecil dari 370-an jenis kodok yang ada di Indonesia.

Angka itu masih bisa bertambah karena Hellen, Mirza, dan yang lainnya masih sering menemukan kodok-kodok yang belum pernah dideskripsikan. Ini agak ironis karena mereka tertuju mencari yang baru, sementara yang terancam penuh justru terlewati.

KODOK BERTANDUK

(MEGOPHRYS MONTANA)

Ciri: Katak Besar, kepala dan tubuh kekar, moncong meruncing, mata dengan perpanjangan dermai yang menyerupai tanduk.

Habitat: di hutan dan diam tanpa bergerak diantara serasah, menyaru dengan sempurna.

Sebaran: Jawa, Kalimantan, Sumatera.

KODOK BUDUK SUNGAI

(BUFO ASPER)

Ciri: tubuh besar dan kuat, tangan dan kaki dapat berputar.

Habitat: sepanjang tepi alur sungai.

Sebaran: Jawa, Sumatera, Kalimantan.

Sumber : Koran Tempo

Leave a comment »

Nyanyian Balada Kodok

Rhacophorus javanus <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Rhacophorus javanus

Jenis kodok endemis Jawa yang ditemukan oleh Mirza ini termasuk yang terinfeksi berat jamur chytrid.

080117-kodok

NYANYIAN

BALADA

KODOK

Beberapa kali Mirza D. Kusrini menemukan kodok-kodok hutan yang berjamur di bawah terik matahari. Sebagai pengajar di Departemen Konservasi Sumber Daya Kehutanan dan Ekoturisme yang telah bertaun-tahun meneliti kodok, Mirza tahu itu tidak biasa.

Pertama, kodok sebenarnya hewan yang aktif pad malam hari dan hidup di lingkungan yang lembab. Kedua, kodok yang ditemukannya kelihatan lesu. “Apakah sang kodok sedang menjalani terapi bertahan hidup?” .

Pertanyaan

Itu pantas mampir dalam benaknya karena bangsa kodok saat ini sedang menghadapi bahaya besar. Satu jenis jamur chytrid bernama lengkap Batra Chochytrium Dendrobatidis telah menjajah kawanannya di berbagai belahan dunia. Jamur itu terbukti berbahaya karena menyebabkan kematian massal dan mendadak di Australia serta di negara-negara Amerika Latin.

Jamur yang diduga menyebar dari Afrika Selatan-ketika uji-uji laboraturium dulu, seperti uji kehamilan, ramai mengimpor kodok dari negeri tersebut itu kini bahkan terungkap sudah menjalar ke eropa dan Amerika Utara, serta beberapa negara Asia.Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang sudah memastikan keberadaan invasi jamur itu.

Mirza dan timnya menemukan indikasi yang khusus di Indonesia itu lewat serangkaian penelitian yang dimulai pada Desember 2006 lalu. Mirza mengambil sampel usapan lendir pada kulit 13 spesies kodok dari Taman Nasional Gede-Pangrango, lalu mengirimnya ke laboraturium di James Cook University di Australia yang memiliki metode PCR untuk meneropong sampel-sampel tersebut.

Sampel dipulangkan setahun lalu dengan hasil lima spesies di antaranya positif terserang jamur chytrid. Satu diantaranya bahkan menunjukkan indikasi terserang jamur tersebut dengan alpanya oral disk, semacam gigi di mulut kodok berudu. Jamur itu memang menyerang keratin yang ada di kulit, sedangkan gigi itu tersusun dari keratin.

Sumber : Koran Tempo

Leave a comment »